Jurusan Farmasi Polkesgo Suksel Selenggarakan Konferensi Internasional The 1stICPHS 2021
Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo (Tengah), Ketua Jurusan Farmasi (Tengah) dan dalam pembukaan seminar internasional 1st ICPHS 2021, Rabu 6 Oktober 2021

Gorontalo 08/10/2021, Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo sukses menyelenggarakan The 1st International Conferences in Pharmaceutical and Health Sciences 2021 (1stICPHS 2021) pada tanggal 6 dan 7 Oktober 2021.

Acara seminar internasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Gorontalo yang bekerjasama dengan IAI PC Kota Gorotalo ini diawali sambutan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Mohamad Anas Anasiru, SKM.,M.Kes.

Dalam sambutannya, Direktur mengucapkan selamat kepada panitia penyelenggara dan mengatakan bahwa seminar ini diharapkan bisa meningkatkan kolaborasi antar perguruan tinggi dalam hal penelitian dan pengembangan khususnya dalam bidang kesehatan sesuai dengan misi Poltekkes Gorontalo yakni menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang professional, menyelenggarakan Penelitian kesehatan sesuai pedoman riset Kemenkes dan pengembangan keilmuan, menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat bidang kesehatan berbasis pelayanan dan pembinaan wilayah, serta implementasi hasil-hasil riset, mengembangkan kemitraan di dalam negeri dan luar negeri yang menunjang pelaksanaan kegiatan tridarma perguruan tinggi.

Kegiatan seminar internasional yang diadakan secara daring ini turut menghadirkan Plt. Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Kirana Pritasari, MQIH, yang sekaligus memberikan welcomming speec dan membuka secara resmi kegiatan ini.

Dalam wellcoming speechnya,  turut menyampaikan selamat atas terselenggaranya kegiatan seminar internasional ini. Beliau mengapresiasi panitia penyelenggara yang telah menginisiasi kegiatan ini karena ini merupakan terobosan dalam peningkatan wawasan ilmu pengetahuan yang fundamental dan agar terus meningkatkan dan pengembangan khazanah ilmu pengetahuan.

Konferensi yang diselenggarakan secara daring ini mengambil tema “Formulation of Natural Product-Based  Drugs in Non Communicable Disease Therapy” sesuai dengan tema penelitian unggulan institusi Poltekkes Kemenkes Gorontalo.

Lebih lanjut, dalam laporannya, Ysrafil, S.Farm.,M.Biomed. selaku Ketua Panitia ICPHS 2021 mengatakan bahwa “tujuan penyelenggaraan konferensi ini adalah untuk mengetahui lebih banyak tentang penyakit tidak menular, urgensinya dan mensosialisasikan kemajuan pengembangan obat alami dan meningkatkan pemahaman penggunaannya dalam pengobatan penyakit tidak menular kepada masyarakat Indonesia dan juga dunia,”

ICPHS 2021 diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan seminar dan workshop yang diselenggarakan oleh Jurusan Farmasi Poltekkes Gorontalo pada tahun 2021 dan merupakan seminar Internasional edisi yang pertama yang diselenggarakan oleh Jurusan Farmasi dan diagendakan akan dilaksanakan secara sequensial.

Konferensi terbagi ke dalam beberapa scope diantaranya etnobotani dan etnofarmakologi, fitokimia dan fitomedika, farmakologi eksperimental dan klinis, pengembangan produk obat alami, farmasi Manajemen/Administrasi dan Komunitas, Ilmu Farmasi, nutraceuticals (terapi nutrisi) untuk perawatan penyakit tidak menular, perawatan penyakit tidak menular, ilmu kesehatan.

Ketua Jurusan Farmasi, Zulfiayu, S.Si.,M.Si.,Apt menerangkan bahwa, ICPHS 2021 menerima lebih dari 1100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dari berbagai latar belakang yakni dosen, akademisi, peneliti dan partisipan umum diseluruh indonesia.

Menurutnya, konferensi ini memiliki peran yang strategis untuk ikut menjawab berbagai isu global yang penting dalam bidang ilmu kesehatan khususnya dalam penanganan penyakit tidak menular dalam perspektif penggunaan obat bahan alam.

“Kita punya tantangan besar terkait masalah non communicable disease, seperti permasalahan obat obat yang digunakan dalam terapi dan masih sedikitnya produk obat bahan alam yang ada di Indonesia. Disisi lain, kita memiliki banyak sumberdaya alam yang melimpah dan mayoritas diantaranya berpotensi sebagai obat termasuk untuk pengobatan penyakit tidak menular. Oleh karena itu, melalui seminar internasional itu, harapan kami dua hal ini bisa tersolusikan dengan hadirnya beberapa narasumber pakar dalam biidang ini. Dan pada akhirnya, Jurusan Poltekkes Kemenkes Gorontalo bangga bisa memfasilitasi penyelenggaraan seminar ini ,” kata Zulfiayu.

ICPHS 2021 menghadirkan beberapa narasumber pakar dalam bidang non communicable disease, teknologi farmasi, penggunaan bahan alam dalam terapi dan pengembangan sediaan obat pembicara konferensi ini berasal dari 4 negara dan institusi yang berbeda di beberapa wilayah di seluruh dunia diantaranya, Prof. apt. Taifo Mahmud, PhD. dari Departemen of Pharmacy, Oregon State University, United Stated of America; Prof. Dr. Habibah A Wahab dari School of Pharmaceutical Sciences, Faculty of Pharmacy, Universiti Sains Malaysia, Malaysia; Dr. Delvac Oceandy, MD.,PhD. dari Departement Cardiovacular Sciences, The University of Manchester, United Kingdom; Prof.apt. Agung Endro Nugroho, PhD dari Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia; dan Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si. dari Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia

Konferensi hari pertama diawali dengan acara pembukaan, dan dilanjutkan dengan 3 sesi pleno yakni Prof. apt. Taifo Mahmud, PhD. Yang membawakan materi Aplikasi bahan alam untuk terapi Non Communicable Disease; dan dilanjutkan oleh Prof. Dr. Habibah A Wahab dan Dr. Delvac Oceandy, MD.,PhD. Yang masing masing membawakan materi aplikasi nanomedisin untuk sistem penghantaran obat bahan alam dalam terapi non communicable disease dan mekanisme molekuler dan terapi penyakit tidak menular;

Dalam sebuah sesi tanya jawab, Prof Taifo menjelaskan bahwa kekayaan bahan alam indonesia sangat melimpah namun masih berbanding terbalik dengan produk bahan alam yang dihasilkan. Hal yang menjadi penyebabnya adalah kurangnya investor dan beberapa hal lain yang harus diatasi agar produk bahan alam indonesia bisa meningkat.

Pada hari kedua, dilakukan dua sesi pleno dengan masing masing pemateri Prof.apt. Agung Endro Nugroho, PhD yang membawakan materi pengembangan Herbal Medicine untuk terapi Communicable Disease serta Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si. yang membawakan materi pengembangan obat bahan alam untuk masuk  di dunia industri.

Seminar internasional ini lebih spesial lagi, dikarenakan kegiatan ini turut memfasilitasi deseminasi naskah ilmiah “Call for Paper” bagi para pemakalah baik dalam bentuk oral maupun poster presentasi. Ysrafil menerangkan bahwa, ICHPS 2021 menerima lebih dari 50 pengajuan makalah dari peserta yang berasal dari berbagai institusi diseluruh indonesia.

 “Makalah yang diterima dan dipresentasikan akan diajukan ke jurnal nasional bereputasi sinta dan berISSN, dan serta prosiding BerISSN” terangnya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Paulus Pangalo, SKM.,M.Kes, mengungkapkan poltekkes Kemenkes Gorontalo sebagai salah satu perguruan tinggi pelopor berupaya untuk membuka batas-batas antardisiplin dan mendorong kolaborasi dalam mengatasi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Kemeriahan kegiatan ini diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para pemakalah terbaik dan penampil poster baik dalam kegiatan ini.

 235 total views

Bagikan dengan :