Gorontalo, 2 Juni 2025 — Dalam upaya memperkuat kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo terus melakukan transformasi menyeluruh, baik dari sisi kurikulum, fasilitas pendidikan, hingga strategi penyerapan lulusan di dunia kerja. Hal ini disampaikan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Masrif, SKM., M.Kes., bersama Desak Made Yulianti, S.ST., M.Kes., selaku Pelaksana Harian (PLH) Kepala Subbagian Administrasi Akademik (Adak).
Kampus Vokasi Unggulan dengan Arah Global
Masrif menjelaskan bahwa Poltekkes sebagai institusi vokasi di bawah Kementerian Kesehatan memiliki keunggulan dalam menyiapkan lulusan yang siap pakai di sektor pelayanan kesehatan. Dengan sistem pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU), kampus ini memiliki fleksibilitas dalam mengelola anggaran pendidikan, sehingga proses peningkatan mutu pembelajaran tetap berjalan di tengah berbagai tantangan efisiensi nasional.
Saat ini, Poltekkes Kemenkes Gorontalo telah memiliki program sarjana terapan di beberapa jurusan, seperti Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan Sanitasi Lingkungan. Lulusannya mengantongi gelar STR (Sarjana Terapan) yang setara dengan jenjang S1 terapan dan berorientasi pada keterampilan profesional.
Kurikulum Adaptif dan Koneksi Pasar Kerja
Salah satu strategi utama yang terus dikembangkan adalah penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja. “Pasar kerja berkembang jauh lebih cepat dibandingkan pembaruan kurikulum. Oleh karena itu, revisi kurikulum di Poltekkes dilakukan minimal setiap dua tahun,” terang Masrif.
Selain itu, pihak kampus juga menjalin kemitraan erat dengan fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, agar lulusan benar-benar memiliki kompetensi sesuai standar lapangan.
Menuju Kelas Internasional dan Lulusan Global
Salah satu fokus jangka panjang Poltekkes Gorontalo adalah membuka kelas internasional pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar mencetak tenaga kesehatan yang mampu bersaing di pasar global. Saat ini, beberapa alumni Poltekkes telah bekerja di luar negeri, khususnya di Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah, sebagai perawat dan bidan.
Untuk mendukung rencana ini, Poltekkes tengah menyusun kurikulum berstandar internasional serta mempersiapkan fasilitas pendukung dan tenaga pendidik berkualifikasi global.
Tiga Jalur Masuk, Target 900 Mahasiswa Baru
Dalam hal penerimaan mahasiswa baru, tahun ini Poltekkes Gorontalo menargetkan 900 mahasiswa melalui tiga jalur resmi:
- SPMB Jalur Prestasi
- SPMB Jalur Bersama (SIMAMA)
- SPMB Jalur Mandiri (SIMAMI)
Desak Made Yulianti, S.ST., M.Kes., menyampaikan bahwa SPMB Jalur Mandiri masih dibuka hingga 9 Juni 2025, dan menjadi kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa yang belum sempat mendaftar di dua jalur sebelumnya.
![]()
Komitmen terhadap Mutu dan Kesejahteraan Mahasiswa
Selain peningkatan akademik, Poltekkes Gorontalo juga aktif mendukung kegiatan non-akademik mahasiswa seperti lomba ilmiah, keterampilan kesehatan, hingga pengabdian masyarakat. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk lulusan yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga berkarakter kuat dan berjiwa sosial tinggi.
“Kami tidak hanya mendidik, tapi juga membentuk pribadi tenaga kesehatan yang siap kerja dan siap hidup bermasyarakat,” tutup Masrif.
![]()
