cegah stunting Mahasiswa POLKESGO Melaksanakan Pengabmas Di Desa Bongoime
Salah satu perangkat desa menyampaikan sambutan dalam kegiatan pengabmas untuk pencegahan stunting. Rabu (15/09/2021)

Salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat, sehingga itu Tim Dosen jurusan kebidanan dan Jurusan Gizi serta Mahasiswa Jurusan Kebidanan  Poltekkes Gorontalo melaksanakan kegiatan Pengabmas di Desa Bongoime, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango . Rabu (15/09/2021).

Kegitan Pengabmas yang berjudul “Demonstrasi Pengelolaan Makanan Berbasis Pangan Lokal Pada Ibu Hamil Dan Ibu Balita Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Bongoime Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango” di Ketuai oleh Juli Gladis Claudia, S.ST, M.Kes, Dengan Tim Dosen Jurusan Kebidanan Nurnaningsih Ali Abdul, S.SiT, M.Keb, Selvi Mohamad, S.ST, M.Kes dan Dosen Jurusan Gizi Pepi Sugiarto Umar, SKM dan Mahasiswa Jurusan Kebidanan.

Stuting merupakan keadaan paling umum dari bentuk kekurangan gizi yang dapat berpengaruh pada bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir yang terkait dengan ukuran gizi ibu selama hamil dan pertumbuhan janin.

Baca Juga : Program Rutin Penerimaan Tamu Racana Gugus Depan (GUDEP) 03.113-03.114 Pangkalan Poltekkes Kemenkes Gorontalo Tahun 2021

Pemanfaatan bahan pangan local ramah rumah tangga yang murah dan mudah di dapat bisa menjadi salah satu alternative untuk pemenuhan gizi. Berdasarkan Data provinsi Gorontalo melalui aplikasi eloktronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat prevalensi stunting di Gorontalo tahun 2020 sebesar 11,1 % atau 5.693 anak dari jumlah yang diuukur sebanyak 51.515 anak (BKOW, 2021).

Data Kabupaten Bone Bolango jumlah balita 12.403, dengan status sangat pendek 449 balita dan status pendek 861 balita. Untuk Lokus teringgi adalah di kecamatan Tilongakabila jumlah Balita 697 dengan kasus sangat pendeK 43 balita dan kasus pendek 114 balita.

cegah stunting Mahasiswa POLKESGO Melaksanakan Pengabmas Di Desa Bongoime
Proses pembuatan jus yang berbasis Pangan Lokal Pada Ibu Hamil Dan Ibu Balita. Rabu (15/09/2021)

Sehingga itu tim dosen Jurusan Kebidanan dan Tim Dosen Jurusan Gizi meberikan pengetahuan tentang Pemanfaatan bahan pangan local ramah rumah tangga yang murah dan mudah di dapat bisa menjadi salah satu alternative untuk pemenuhan gizi. Dalam upaya mempercepat masalah gizi kurang di indonesia khususnya di kabupaten bone bolango kecamatan Tilongkabila

Tanaman kelor merupakan salah satu jenis tanaman lokal yang mudah tumbuh dan mudah diperoleh. Menurut hasil penelitian dalam daun kelor segar memiliki kekuatan antioksidan tujuh kali lipat dibandingkan vitamin C. Dalam penelitian ini, tepatnya di daerah Senegal Barat Daya, telah di coba kemampuan daun kelor untuk mencegah atau mengobati kasus kekurangan gizi pada wanita hamil atau menyusui dan anaknya.

Salah satu buah yang juga memiliki vitamin C sebagai senyawa bermanfaat untuk kesehatan adalah tomat. Kandungan tomat dalam 180 gram adalah 24,66 mg vitamin C, 0,49 mg zat besi, dan 27 mcg asam folat. Asam folat sangat dibutuhkan oleh ibu hamil karena kebutuhan asam folat bisa membantu perkembangan janin yang sehat.

Bahan pangan local yang tak kalah pentingnya yang banyak di daerah Gorontalo adalah Jagung yang mengandung serat pangan yang dibutuhkan tubuh sebagai karbohidrat bahan baku nutrisi, bahan aktif fungsional, antioksidan (antosianin, provitamin A/betakaraoten), oligosakarida, komposisi asam amino, mineral (Ca, Mg, K, Na, P Ca, dan Fe) yang penting untuk meningkatkan status gizi. Bahan pangan local ini akan di olah dengan harapan bisa mencegah stunting.

Kegiatan Pengabmas yang dibuka oleh Kepala Desa Bongoime Bapak Simson Ponigoro, SE  ini menghasilkan pangan lokal bisa dibuat sebagai Juz buah Tomat, Puding Kelor, dan Nagasari Jagung. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari kepala Desa Bongime, beliau menyampaikan ini bisa menurunkan angka stunting di Desanya.”Kami sangat berterimakasih kepada tim Pengabmas Jurusan Kebidanan, Poltekkes,” tutur Kepala Desa. ( go-pena.id).

 666 total views

Bagikan dengan :