KABUPATEN GORONTALO – Dalam upaya mencetak tenaga kesehatan vokasional yang bermutu dan profesional, Program Studi D III Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo menyelenggarakan kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) mata kuliah Perencanaan Program Gizi (PPG). Kegiatan survey langsung ke masyarakat ini dipusatkan di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, yang berlangsung pada tanggal 19 hingga 25 Mei 2026.
Kegiatan survei ini bersifat eksploratif, yang bertujuan untuk menggali serta mengumpulkan permasalahan riil terkait gizi dan kesehatan yang terjadi dimasyarakat. Secara khusus, para mahasiswa peserta PPG ditugaskan untuk mengidentifikasi masalah gizi masyarakat yang berkaitan dengan faktor risiko Diabetes Melitus. Adapun sasaran utama survei ini meliputi keluarga yang memiliki balita, ibu hamil, remaja putri (rematri), serta penduduk usia produktif antara 18 hingga 64 tahun.
![]()
Sebanyak 59 orang mahasiswa semester 4 dari Prodi D III Gizi antusias mengikuti kegiatan ini. Pelaksanaan PBL kali ini terasa sangat istimewa karena dikawal langsung oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Bapak Masrif, SKM., M.Kes., yang hadir selaku pimpinan institusi sekaligus sebagai dosen pembimbing lapangan. Mahasiswa juga dibimbing oleh 10 orang dosen lainya dari Jurusan Gizi dan didampingi oleh aparat pemerintah setempat seperti Kepala Desa/Lurah, kader kesehatan, dan Petugas Gizi dari Puskesmas.
Adapun lokasi pengumpulan data meliputi Desa Tridharma, Pulubala, Bakti, Pongongaila, Mulyonegoro, Molamahu, Molalahu, dan Toyidito. Di lokasi masing-masing, mahasiswa melakukan pengumpulan data primer dengan metode wawancara dan melakukan pengukuran antropometri secara langsung.
![]()
Tujuan akhir dari model pembelajaran nyata ini adalah agar peserta didik mampu melakukan analisis situasi, menentukan prioritas masalah gizi dan kesehatan, serta mampu merumuskan rencana program intervensi.
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Gorontalo berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam memetakan permasalahan yang ada di masyarakat sekaligus merencanakan perbaikannya. Kesuksesan program ini tentunya tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat di wilayah pelaksanaan survei.
![]()
![]()
