Poltekkes Kemenkes Gorontalo Proaktif Implementasikan Regulasi Mutu Baru melalui Workshop SPMI

Poltekkes Kemenkes Gorontalo Proaktif Implementasikan Regulasi Mutu Baru melalui Workshop SPMI

GORONTALO – Poltekkes Kemenkes Gorontalo kembali mempertegas komitmennya dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi kesehatan. Bertempat di Auditorium Poltekkes Kemenkes Gorontalo, institusi ini sukses menyelenggarakan Workshop Pemutakhiran Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 29 Juni – 1 Juli 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Narasumber Utama Prof. Dr. Kelana Kusuma Dharma, S.Kp., M.Kes sebagai Asesor Lam-PTKes divisi keperawatan, yang juga menjabat sebagai Direktur Poltekkes Kemenkes Pontianak. Workshop ini bertujuan untuk memperbarui dokumen mutu agar selaras dengan ketentuan regulasi terbaru serta memperkuat budaya penjaminan mutu di lingkungan kampus.

Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Masrif, SKM., M.Kes., dalam arahannya menekankan bahwa pemutakhiran dokumen seperti Standar Operasional Prosedur (SOP) bukan sekadar formalitas administratif. Beliau menyoroti bahwa kelemahan institusi sering kali terletak pada tahap eksekusi pasca evaluasi atau tindak lanjut hasil Audit Mutu Internal (AMI).

“Kelemahan kita biasanya bukan pada evaluasi, tapi pada menindaklanjuti temuan tersebut. Harapan saya, kehadiran narasumber kali ini tidak hanya sebatas konsep, tetapi melahirkan instrumen yang siap pakai,” ujar Masrif. Masrif menambahkan, untuk mencapai standar yang melampaui standar nasional atau standar LAM-PTKes, diperlukan komitmen kolektif, dukungan sumber daya auditor, serta pembiayaan yang memadai untuk mengeksekusi rencana tindak lanjut mutu.

Baca Juga :  Perkuat Soft Skill Mahasiswa, Poltekkes Kemenkes Gorontalo Gelar Workshop Pembinaan

Implementasi Cepat Regulasi Baru

Dalam paparannya, Prof. Dr. Kelana Kusuma Dharma memberikan apresiasi tinggi kepada Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Menurutnya, Poltekkes Gorontalo menjadi salah satu institusi yang paling progresif dalam merespons Permendikti Saintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi.

“Di kala institusi lain masih dalam tahap sosialisasi peraturan baru tersebut, Poltekkes Gorontalo sudah mengimplementasikannya dalam bentuk pemutakhiran dokumen dan sistem penjaminan mutu. Ini luar biasa dan bisa menjadi percontohan bagi Poltekkes lainnya,” jelas Prof. Kelana.

Beliau menekankan pula bahwa penjaminan mutu harus dipandang sebagai budaya (culture), bukan sekadar aktivitas yang dilakukan menjelang akreditasi. Penjaminan mutu yang membudaya ditandai dengan pelaksanaan audit yang reguler, adanya Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), dan tindak lanjut yang berkelanjutan.

Capaian Hasil dan Rencana Tindak Lanjut Pasca Workshop

Pada sesi penutupan, Ketua Panitia melaporkan bahwa intensif selama tiga hari tersebut telah berhasil merampungkan tiga draf dokumen utama: Draft Buku Kebijakan SPMI, Draft Buku Standar Mutu (memuat 16 standar), serta Draft Manual Mutu PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Seluruh draf ini juga telah dipresentasikan dan mendapat koreksi langsung dari narasumber.

Baca Juga :  Pemilihan Bank Mitra Kerjasama Untuk Dana Kelolaan BLU Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Sebagai langkah lanjutan yang akan diselesaikan oleh Tim Mutu bersama unit terkait, panitia telah menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang meliputi:

  • Penyusunan Instrumen Audit Mutu Internal (AMI).
  • Penyelarasan Dashboard IKU dan IKT Institusi.
  • Persiapan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM).
  • Finalisasi dokumen serta pembagian tanggung jawab dan batas waktu implementasi di tingkat jurusan, prodi, pusat, dan unit.

Menutup laporannya, Ketua Panitia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan, narasumber, serta seluruh elemen peserta, mulai dari jajaran Wakil Direktur, Kasubag ADUM, Plh. Kasubag ADAK, Ketua Jurusan, Kaprodi, hingga Kepala Pusat dan Unit yang telah berdedikasi penuh mengawal mutu institusi dari awal hingga akhir acara.

Loading

Bagikan dengan :
Translate »