Poltekkes Kemenkes Gorontalo kembali melaksanakan 2nd International Conference of Gorontalo Health Polytechnic (ICGHP) pada 10–11 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid melalui Zoom dan YouTube, dan diikuti peserta dari berbagai daerah serta beberapa negara.
Konferensi tahun ini mengangkat tema “Interprofessional Collaboration for Prevention and Control of Non-Communicable Diseases: Bridging Disciplines, Improving Outcomes”. Tema tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam menghadapi meningkatnya angka Penyakit Tidak Menular (PTM), yang kini menyumbang lebih dari 70 persen kematian global.

Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Masrif, SKM., M.Kes, membuka kegiatan dengan menekankan bahwa penanganan PTM tidak dapat diselesaikan oleh satu profesi saja. Ia menyampaikan bahwa integrasi antarbidang kesehatan adalah kunci untuk menghasilkan layanan yang lebih kuat dan efektif.
“Konferensi ini menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat jejaring, dan memperkaya praktik berbasis bukti. Kami ingin mendorong tenaga kesehatan yang mampu memberikan layanan terintegrasi,” ujarnya dalam sambutan.
Acara ini menghadirkan pembicara dari enam negara, yaitu:
-
Najihah Zainol Abidin, PhD (Malaysia)
-
Dr. Khadizah H. Abd Mumin, RN, MD (Brunei Darussalam)
-
Assoc. Prof. Dr. Thang Nguyen (Vietnam)
-
Dr. Paromita Banerjee (India)
-
Hsin Yu Chao, RN, PhD (Taiwan)
-
Dr. Zulfiayu, S.Si, M.Si, Apt (Indonesia)
Para pembicara membawakan topik seputar perkembangan riset, pendekatan kolaboratif, dan strategi peningkatan layanan kesehatan dalam bidang gizi, keperawatan, kebidanan, farmasi, dan kesehatan lingkungan.
Konferensi ini juga melibatkan organisasi profesi seperti IBI, PPNI, HAKLI, PERSAGI, dan APDFI, serta menyediakan ruang bagi peserta yang ingin mempresentasikan penelitian melalui kategori oral dan poster. Seluruh karya ilmiah berpeluang terbit pada jurnal nasional dan internasional terindeks.

ICGHP 2025 terselenggara atas kerja sama UPKSDM Bandung dan UPKSDM Gorontalo, serta memperoleh akreditasi A dari Kementerian Kesehatan RI.
Pengumuman Pemenang Best Oral dan Poster Presentation
Di akhir rangkaian kegiatan, panitia mengumumkan peserta terbaik dari setiap kategori:
Best Oral Presentation – General Participants
-
Apt. Prisca Safriani Wicita, S.Farm., M.Farm – Poltekkes Kemenkes Gorontalo
-
Febriana Sartika Sari
-
Nurul Fadhilah Gani, S.Kep., Ns., M.Kes – UIN Alauddin Makassar
Best Oral Presentation – Student
-
Naufal Issan Beryldivito Iskandar – Universitas Tanjungpura
-
Muhammad Ridho Jasin – Universitas Negeri Gorontalo
-
Muh. Dwi Fathurrahman Irwan – Universitas Muslim Indonesia
Best Poster Presentation – General Participants
-
Fitriani Sudirman, SKM., M.Kes – Poltekkes Kemenkes Gorontalo
-
Nurhidaya, S.ST., M.Kes – Poltekkes Kemenkes Gorontalo
-
Indra Domili, SKM., M.Kes – Poltekkes Kemenkes Gorontalo
Best Poster Presentation – Student
-
Nohan Noer Adnan – Universitas Tanjungpura
-
Akhmad Faqkhi A. Maudjik – Poltekkes Kemenkes Makassar
-
Fitrah Mahajani – Poltekkes Kemenkes Gorontalo
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kualitas riset, kemampuan presentasi, dan kontribusi para peserta dalam pengembangan ilmu kesehatan.
Dengan terselenggaranya ICGHP 2025, Poltekkes Kemenkes Gorontalo berharap kolaborasi antarprofesi semakin kuat dan menghasilkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi peningkatan kesehatan masyarakat.

![]()

