Gorontalo, 12 Agustus 2026 – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Gorontalo mencatat langkah baru dalam pengembangan pendidikan tenaga kesehatan dengan diluncurkannya Kelas Internasional Program Sarjana Terapan Keperawatan Jurusan Keperawatan. Launching tersebut ditandai dengan prosesi potong pita oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR, pada Rabu (12/8/2026).
Kehadiran Wakil Menteri Kesehatan RI bersama rombongan menjadi momentum penting bagi Poltekkes Kemenkes Gorontalo dalam memperkuat transformasi pendidikan kesehatan sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan tenaga kesehatan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
![]()
Sebelum prosesi launching, kegiatan diawali dengan sambutan Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Masrif, SKM., M.Kes. Dalam sambutannya, Direktur menyampaikan rasa syukur dan bangga serta apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Wamenkes RI yang untuk pertama kalinya berkunjung ke Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Turut hadir bersama rombongan Wamenkes RI, Direktur penanggulangan penyakit menular Kemenkes RI, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dan Kepala BKK Gorontalo.
“Ini merupakan satu kebahagiaan bagi kita semua civitas akademika Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Kami berterima kasih karena di tengah kesibukan beliau menghadiri berbagai agenda kegiatan kunjungan kerja di Provinsi Gorontalo, Bapak Wamen berkesempatan meluangkan waktu untuk hadir di Poltekkes Kemenkes Gorontalo,” ujar Masrif.
Direktur menjelaskan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo merupakan bagian dari sejarah panjang pendidikan tenaga kesehatan di kawasan Sulawesi Utara dan Gorontalo. Institusi ini sebelumnya merupakan bagian dari Poltekkes Kemenkes Manado sebelum berdiri secara mandiri pada tahun 2007.
Saat ini, Poltekkes Kemenkes Gorontalo memiliki lima jurusan, yakni Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Farmasi dan Sanitasi Lingkungan, dengan jumlah mahasiswa mencapai lebih dari 2.200 orang. Dari sisi mutu pendidikan, sejumlah program studi telah meraih predikat akreditasi unggul, sementara program studi lainnya sedang menjalani proses reakreditasi.
Dalam sambutannya, Masrif juga menyampaikan bahwa pengembangan Kelas Internasional Sarjana Terapan Keperawatan merupakan salah satu langkah strategis institusi. Program tersebut dibuka pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memenuhi indikator kinerja sekaligus memperluas akses pendidikan kesehatan yang berorientasi internasional.
“Untuk tahun ini kami membuka Kelas Internasional Sarjana Terapan Keperawatan untuk tahun pertama dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 32 orang,” jelasnya.
Selain pengembangan pendidikan, Direktur menyampaikan sejumlah capaian Poltekkes Kemenkes Gorontalo di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Institusi saat ini berada pada peringkat ke-17 dari 38 Poltekkes Kemenkes dalam kinerja penelitian serta aktif melakukan pengabdian masyarakat, termasuk dalam penanggulangan tuberkulosis dan pendampingan penanganan stunting.
Masrif berharap kehadiran Wamenkes RI dapat semakin memperkuat semangat civitas akademika dalam melakukan transformasi pendidikan tenaga kesehatan.
“Harapan kami dengan kehadiran Bapak Wamenkes RI di Poltekkes Kemenkes Gorontalo ini dapat memberikan semangat dan motivasi untuk transformasi sistem kesehatan, sehingga Poltekkes Kemenkes Gorontalo semakin unggul,” ungkapnya.
Wamenkes Tekankan Pendidikan Kesehatan Harus Menjawab Kebutuhan Negara
Sementara itu, dalam paparannya, Wamenkes RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp. P, FISR menegaskan bahwa keberadaan Poltekkes Kemenkes memiliki posisi strategis dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
Menurutnya, Poltekkes tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga harus mampu menghasilkan tenaga kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan nasional.
![]()
Ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menjalankan sejumlah program prioritas di bidang kesehatan, antara lain program Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, pembangunan sarana kesehatan, serta percepatan pemberantasan tuberkulosis (TBC).
“Adanya sekolah Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Sanitasi lingkungan dan Farmasi adalah supaya kualitas kesehatan Indonesia makin maju,” kata Wamenkes di hadapan civitas akademika dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Gorontalo.
Wamenkes juga mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa pendidikan yang mereka jalani memiliki keterkaitan langsung dengan berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.
Menurutnya, intervensi kesehatan sejak dini menjadi sangat penting karena perkembangan otak anak sangat dipengaruhi oleh kondisi gizi ibu dan anak pada periode awal kehidupan.
Poltekkes Didorong Aktif dalam Pemberantasan TBC
Salah satu perhatian utama Wamenkes RI dalam kunjungannya ke Gorontalo adalah penguatan program pemberantasan tuberkulosis.
Ia menyampaikan bahwa Indonesia masih menghadapi beban kasus TBC yang tinggi. Karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan tenaga kesehatan.
Wamenkes secara khusus meminta Poltekkes Kemenkes Gorontalo untuk terlibat dalam upaya pemberantasan TBC, termasuk dalam mendukung kegiatan pemeriksaan dan penemuan kasus secara aktif.
“Pemberantasan TBC, merupakan hal teknis, olehnya Poltekkes perlu ikut bersama melakukan pemberantasan TBC, yang merupakan program prioritas negara,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes RI juga menyoroti kebutuhan tenaga kesehatan tertentu yang masih sangat besar di Indonesia, terutama tenaga radiografer dan tenaga sanitasi lingkungan.
Ia bahkan mendorong Poltekkes Kemenkes Gorontalo untuk melihat peluang pengembangan program studi yang benar-benar dibutuhkan oleh sistem kesehatan nasional, termasuk kemungkinan pengembangan pendidikan radiografer.
Menurut Wamenkes RI, kebutuhan radiografer sangat besar seiring dengan rencana pemanfaatan alat X-ray portable di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut harus diikuti dengan ketersediaan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan dan mendukung pelayanan tersebut.
Selain itu, kebutuhan tenaga Gizi dan sanitasi lingkungan juga semakin meningkat seiring dengan pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis.
Wamenkes berharap Poltekkes dapat melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan sehingga program pendidikan yang dikembangkan benar-benar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Jangan bikin pendidikan yang tamatannya kita bingung cari kerja. Negara butuh apa, kita jelaskan kepada mahasiswa,” tegasnya.
Launching Kelas Internasional Jadi Momentum Transformasi Pendidikan
Usai memberikan paparan dan arahan kepada civitas akademika serta mahasiswa, Wamenkes RI dr. Benjamin Paulus Octavianus kemudian melanjutkan agenda dengan prosesi potong pita sebagai tanda resmi diluncurkannya Kelas Internasional Program Sarjana Terapan Keperawatan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Gorontalo.
![]()
Launching ini menjadi penanda dimulainya langkah baru Poltekkes Kemenkes Gorontalo dalam memperluas orientasi pendidikan keperawatan dengan perspektif internasional.
Kelas Internasional tersebut pada tahun pertama diikuti oleh sekitar 32 mahasiswa. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi institusi dalam meningkatkan kualitas lulusan, memperkuat kompetensi global, serta membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan untuk berkiprah di tingkat internasional.
Prosesi potong pita oleh Wamenkes RI sekaligus menjadi simbol dukungan Kementerian Kesehatan terhadap pengembangan pendidikan tenaga kesehatan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
![]()
Melalui launching tersebut, Poltekkes Kemenkes Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan transformasi pendidikan dan menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten, profesional, berdaya saing, serta mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di masa depan.
Kegiatan kunjungan Wamenkes RI di Poltekkes Kemenkes Gorontalo ditutup dengan semangat kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dosen, dan mahasiswa untuk bersama-sama memperkuat sistem kesehatan nasional.
Kehadiran Wamenkes diharapkan tidak hanya menjadi momentum peluncuran Kelas Internasional Sarjana Terapan Keperawatan, tetapi juga menjadi pemantik bagi seluruh civitas akademika Poltekkes Kemenkes Gorontalo untuk terus berinovasi dan memperkuat kontribusinya dalam mendukung transformasi kesehatan Indonesia.
![]()



