Donor Darah dan Sosialisasi Anti-Narkoba

Kolaborasi dengan BNN dan PMI, Poltekkes Gorontalo Gelar Aksi Donor Darah

Gorontalo, 26 Mei 2025 — Dalam semangat pengabdian kepada masyarakat dan membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik dan mental, Poltekkes Kemenkes Gorontalo menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Insidental berupa Donor Darah dan Sosialisasi Pencegahan Narkoba, bertempat di Auditorium Polkesgo.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Gorontalo dengan BNN Kota Gorontalo dan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo.

Donor Darah: Aksi Kemanusiaan Mahasiswa dan Pegawai

Kegiatan donor darah mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Berdasarkan data kehadiran, tercatat:

  • 200 mahasiswa,
  • 31 pegawai,
  • 5 masyarakat umum ikut berpartisipasi.

Namun dari total peserta, sebanyak 198 orang tidak lolos proses skrining medis, dan sebanyak 38 kantung darah berhasil dikumpulkan oleh PMI. Meski demikian, antusiasme peserta menunjukkan semangat solidaritas dan kepedulian yang tinggi dari sivitas akademika Poltekkes Gorontalo.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja Dirjen Nakes Ke Poltekkes Gorontalo

Sosialisasi Narkoba: Membangun Kampus Sehat dan Tangguh

Sesi kedua diisi dengan sosialisasi dari BNN Kota Gorontalo, yang disampaikan oleh narasumber Fivin Ishak, S.Psi, dengan materi bertajuk “Wujudkan Kampus BERSINAR: Bersih Tanpa Narkoba”. Materi menyoroti ancaman nyata narkoba terhadap generasi muda, termasuk dampak fisik, psikologis, sosial, hingga ekonomi dan hukum.

Fivin menjelaskan bahwa narkotika merusak struktur otak, khususnya pada bagian yang mengatur emosi, pengambilan keputusan, dan kontrol diri. Ia juga menekankan pentingnya membangun self-esteem, melatih keterampilan menolak ajakan negatif, serta meningkatkan keterlibatan dalam kegiatan positif di kampus dan komunitas.

“Lingkungan pendidikan yang berkualitas hanya bisa terwujud jika bebas dari penyalahgunaan narkoba. Kampus BERSINAR bukan hanya slogan, tapi harus menjadi gerakan kolektif,” tegasnya.

Baca Juga :  Prodi Str Gizi & Dietetika Melaksanakan Workshop Untuk Meningkatkan Kemampuan Penyusunan Dokumen Pendukung ALD

Materi juga menyinggung data nasional yang menunjukkan kelompok usia 15–24 tahun sebagai pengguna narkoba terbanyak, termasuk kawasan rawan penyelundupan dan sindikat narkotika yang menjadikan Indonesia sebagai pasar strategis.

Menuju Kampus Tangguh, Sehat, dan Humanis

Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran Poltekkes Gorontalo dalam menyukseskan program nasional Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba), serta penguatan karakter mahasiswa yang tidak hanya kompeten di bidang akademik, tetapi juga berintegritas dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

Poltekkes Kemenkes Gorontalo akan terus menghadirkan program-program bermakna yang mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan siap bersaing secara global.

Loading

Bagikan dengan :
Translate »