Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang sangat diperlukan ialah tenaga kesehatan yang berkualitas. Tenaga gizi adalah salah satu tenaga kesehatan yang diperlukan khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Tenaga gizi ini diharapkan mampu memenuhi jenis dan kualifikasinya sesuai perkembangan dan tuntutan jaman serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.   Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan pada pasal 44 ayat 2 dan ayat (3) poin (d) dan (e) menyebutkan bahwa untuk mendapatkan surat tanda registrasi (STR) yang diberikan oleh konsil masing-masing tenaga kesehatan setelah memenuhi syarat. Salah satu syarat tersebut adalah memiliki surat pernyataan telah mengucapkan sumpah/janji profesi (d) dan membuat pernyataan mematuhi dan melaksanakan ketentuan etika profesi (e). Pengucapan sumpah/janji profesi ini merupakan salah satu syarat memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR) dan Pengakuan sebagai anggota profesi gizi. Untuk itu Sabtu 26 September 2020 Poltekkes Kemenkes Gorontalo menggelar Angkat Sumpah/Janji Profesi Gizi yang bertempat di gedung auditorium Poltekkes Kemenkes Gorontalo dengan diikuti, Ketu oleh sebanyak 80 peserta dan sejumlah tam undangan diantaranya Hadir dalam kegiatan ini juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Ketua DPD PERSAGI provinsi Gorontalo, ketua-ketua DPC PERSAGI Kabupaten/Kota Se Provinsi Gorontalo. Dalam Sambutannya Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo Dr. Dra. Henny Panai, S.Kep, Ns, M.Pd menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada pengurus DPD PERSAGI Provinsi Gorontalo yang sudah menyelenggarakan kegiatan sumpah profesi gizi ini. Tak lupa juga beliau menyampaikan ucapan selamat bergabung kepada adik-adik alumni gizi yang baru saja dilantik dan disumpah profesi dan jadilah tenaga gizi yang handal dam profesional yang mampu bersaing diera globalisasi dan era digitalisasi 4.0. Acara dilanjutkan dengan pengucapan sumpah/janji profesi dipimpin oleh Ketua DPD PERSAGI provinsi Gorontalo dan didampingi oleh rohaniawan masing-masing peserta dengan tetap tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Bagikan dengan :