Poltekkes Kemenkes Gorontalo menyelenggarakan Workshop Integrasi Sentra Unggulan Pendidikan (SUP) ke dalam kurikulum program studi pada 24, 26, dan 27 November 2025. Kegiatan dimulai dengan sesi daring melalui Zoom pada 24 November, kemudian dilanjutkan secara luring di Auditorium Poltekkes pada 26 dan 27 November 2025.
Workshop ini menghadirkan narasumber Dr. Siti Nurholifa, SKM., M.Kes., yang membawakan materi mengenai penguatan implementasi SUP—khususnya SUP Diabetes Melitus yang menjadi fokus unggulan Poltekkes Gorontalo—dalam instrumen pembelajaran.
![]()
Pada tanggal 26 November, Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Masrif, SKM., M.Kes., memberikan sambutan sekaligus membuka sesi luring. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kurikulum benar-benar mencerminkan capaian pembelajaran lulusan. Menurutnya, SUP tidak boleh berhenti pada tataran konsep, tetapi harus tampil nyata dalam struktur kurikulum, RPS, dan proses pembelajaran di kelas maupun praktik.
Dalam sambutannya, Direktur juga menyampaikan apresiasi kepada stakeholder yang ikut hadir, seperti perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, BPOM, BKK, serta organisasi profesi seperti HAKLI, IBI, PPNI, ISFI, dan lainnya. Kehadiran mitra eksternal dinilai penting untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Ia juga mengingatkan pentingnya harmonisasi CPL, CPMK, dan instrumen kurikulum lainnya agar tidak terjadi tumpang tindih level kompetensi antara Diploma III dan Sarjana Terapan. Direktur menegaskan bahwa penggunaan bahan ajar yang sama untuk dua jenjang berbeda sudah tidak relevan dengan tuntutan capaian pembelajaran.
![]()
Kegiatan ini dibingkai sebagai ruang diskusi terbuka terkait implementasi Permen 57 tentang penyelenggaraan sentra unggulan pendidikan, termasuk penguatan peran stakeholder dalam pengembangan kurikulum sebagai bagian dari standar akreditasi perguruan tinggi.
Direktur berharap workshop ini mendorong setiap program studi menghasilkan RPS yang terintegrasi dengan SUP dan mampu memperkuat kesiapan institusi dalam mencetak lulusan yang kompeten serta relevan dengan tantangan kesehatan saat ini.
Workshop berlanjut hingga 27 November dengan sesi pendalaman dan penyusunan dokumen oleh masing-masing program studi.
![]()

