Polkesgo – Dinkes Gorontalo Gelar Seminar Peningkatan Gizi di Daerah

Polkesgo Seminar Peningkatan Gizi
Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo Memberikan Sambutan pada kegiatan seminar nasional gizi dengan tema “Sehat Negeri Tumbuh Indonesiaku. Selasa (30/11/2021)

Polkesgo, Gorontalo – Poltekkes Kemenkes Gorontalo (Polkesgo) bersama Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menggelar seminar Pembelajaran Makanan Khas Daerah Gorontalo (MKDG) yang diperlukan guna meningkatkan pengetahuan serta kesehatan gizi di daerah.

Pelaksanaan pembelajaran tersebut dilakukan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-57 Jurusan Gizi oleh Poltekkes Gorontalo Bersama Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dengan tema Sehat Negeri Tumbuh Indonesiaku melalui zoom meeting, Selasa (30/11/2021).

Dilansir dari gopos.id Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo, M Anas Anasiru mengungkapkan penyelanggaraan seminar ini sangat penting dalam meningkatkan upaya pengetahuan gizi di Provinsi Gorontalo.

“Saya berikan apresiasi kepada para pihak penyelenggara kegiatan ini, semoga kwalitas SDM (Sumber Daya Manusia) di Gorontalo semakin meningkat,” ungkapnya.

Pembelajaran Makanan Khas Daerah Gorontalo (MKDG)
Pelaksanaan seminar nasional dalam rangka HKN ke-57 Jurusan Gizi oleh Poltekkes Kemenkes Gorontalo bersama Dinas Kesehatan Provinasi Gorontalo dengan tema “Sehat Negeri Tumbuh Indonesiaku” melalui zoom meeting, Selasa (30/11/2021)

Dirinya mengatakan MKDG ini penting dipelajari guna peningkatan potensi daerah dan diharapkan peran aktif para partisipan dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman sekaligus salah satu pemateri seminar mengatakan, pembelajaran ilmu gizi ini harus dibelajarkan sedini mungkin yakni dari Sekolah Dasar (SD).

Baca Juga : Penyerahan Penghargaan Pemenang Lomba Pimnaskes I kepada Tim Mahasiswa oleh Direktur Polkesgo

“Dan guru adalah wadah yang tepat membelajarkan hak tersebut, ketika guru memberikan pengarahan siswa akan langsung menangkap hal tersebut,” katanya.

“Bukan hanya guru tapi semua elemen berperan penting dan bertanggung jawab untuk mempelajari hal tersebut,” imbuhnya.

Lanjutnya, makanan khas daerah juga mesti dilestarikan baik di lembaga formal maupun non formal. Kajian tersebut juga sudah pernah dibahas mulai tahun 2006 hingga 2015.

“Dari kajian tersebut lahirlah Peraturan Daerah (Perda) Gorontalo Nomor 3 tentang Pembelajaran Berbasis Daerah Gorontalo,” tegasnya.

Yana menuturkan, setelah aturan ini dicanangkan berbagai kegiatan telah dilaksanakan dan telah ditetapkan diberbagai kegiatan disekolah baik SD-SMA dan sederajat.

“Intinya kegiatan ini harus terus dilakukan guna pengembangan perilaku masyarakat soal gizi dan memutus perilaku masalah gizi, dan pengembangan budaya makanan khas terus meningkat,” tandasnya.

 252 total views

Bagikan dengan :
Translate »
×

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× ada yang bisa kami bantu?